Minggu, 18 Mei 2014

Sandal Selen

Lihatlah sandal itu!

Sendal apa?

Itu sandal yang tidak bermodel, tidak jelas dan berbeda-beda

Iya, kenapa?

Kita harus seperti sandal itu.

Maksud mu?
               
              Lihatlah sandal itu baik-baik, tidak bermodel, tidak jelas dan berbeda-beda, terkadang sandal itu sepasang kiri atau sepasang kanan. Akan tetapi sandal itu mempunyai daya tarik, sehingga banyak orang yang ingin memakainya.

Lalu, apa hubungannya dengan kita?

Kamu tahu apa daya tarik dari sandal itu?

Tidak, apa?
               
              Karena sandal itu selalu ada di sana, di tempat orang yang membutuhkannya. Meskipun sandal itu harus terguyur oleh derasnya hujan, bercampur dengan tanah-lumpur, bahkan terbuang entah kemana. Akan tetapi sandal itu tetap bertahan di sana, bertahan agar terus di gunakan. Dia tidak peduli dengan semua tantangan yang mendekat. Yang dia fikirkan ke senangan orang jika melihat dirinya. Walaupun dia kotor, akibat bercampur dengan tanah dan air hujan. Aku yakin banyak orang yang ingin memakainya.         Apakah kau mengerti dengan penjelasanku ini?

Hmm… Tidak, bisakah kau memberitahukan dengan lebih mudah?
                
               Artinya adalah meskipun banyak cobaan yang engkau terima, kau harus tetap bertahan dengan sabar. Karena kesabaran yang engkau miliki adalah daya tarik dirimu sendiri. Tak butuh wajah yang menawan, tak butuh harta yang melimpah, yang engkau butuhkan hanyalah Sabar dan Ikhtiar. Berikhtiar dari kesabaran akan membuahkan hasil yang membanggakan dirimu sendiri. Itulah kunci yang engkau butuhkan untuk menjalani damainya kehidupan.

Oh Iya, aku mengerti. Jadi, berbanggalah menjadi sandal selen. Itukan maksudmu?


               Iya, meskipun hanya menjadi sandal selen biasa, yang hanya dapat membantu tanpa harus menjadi sesuatu yang luar biasa, dan meskipun engkau harus berkorban hanya untuk membantu. Aku yakin dengan kesabaran dan ikhtiar itulah orang lebih memilihnya. Tanpa harus menunjukan bahwa dia itu pintar, luar biasa, bisa, aku yakin dia pasti selalu di butuhkan oleh orang lain. Karena dia memang ingin membantu dengan sepenuh hati, walau cobaan datang bertubi-tubi, walau rintangan terus menerjang, walau badai terus menanti, dengan kesabaran itu, dia mampu menghadapi itu semua. Dari kesabaran dan ikhtiar tersebut pula lahirlah buah yang begitu indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar